(Arti) Pertemanan


Kayanya nggak ada orang di dunia ini yang nggak punya teman. Ya. Entah apapun bentuk teman itu. Kalaupun kita udah anggep itu teman, ya udah teman. Bahkan juga seorang sociopath juga punya teman. Kertas, batu, daun, boneka, bahkan bayangan mereka sendiri. Seperti yang udah aku bilang, “pertemanan itu nggak melulu soal bentuk”.

Terkadang kalau kalian baca  quote di atas, kalian pasti mikirnya ke arah hal-hal yang berbau mistis, teman khayalan misalnya. But, what I’ll actually write down here  100 percent not about that mythology or something creepy, melainkan tentang pertemanan versi kita. Yup, human version. Kkk.

Menurutku, “pertemanan” versi kita tuh lebih menakutkan dari pertemanan mereka sama imaginary friend. Ibaratnya itu kaya angin sama pasir. Angin ibarat imaginary friend dan pasir ibarat “pertemanan” versi kita. Kalian bisa main tanpa ada kendala sama angin, kaya contohnya mangap-mangap di depan kipas sambil teriak AAAAAA gitu kan. Tapi akibatnya kalian bisa masuk angin. Then, you can play too with sand, kaya main bangun istana pakai pasir, main masak-masakan pakai pasir. But, saat itu masuk mata kamu, kamu bakal kelilipan. Sama-sama menyakitkan bukan? Tapi gini, kalian udah pernah bukan ngobatin dua hal tersebut? Lalu mana yang lebih membekas? I choose playing with sand. Karena pada saat kalian masuk angin, diobatin, diolesin minyak angin, kentut, kelar deh. Tapi kalau kelilipan pasir? Kalian kucek pun, makin parah. Kalian bilas pake air pun, perih. Kalau pun pasirnya udah keluar semua, mata jadi merah dan masih aja perih. Iya kan?

That has the same way with “our friendship”. Karna pertemanan kita, lebih berbahaya dibanding mereka –  Bukannya aku bilang temenan sama hantu juga nggak berbahya, BIG NO. That’s creepy. I don’t want too. – I mean, manusia adalah makhluk terberbahaya di kehidupan kita. Mereka punya emosi, pikiran, sifat, bahkan raga. Itulah yang bikin pertemanan antar manusia adalah hal yang membahayakan. Dengan catatan : “jika kamu tidak berhati-hati.”

Sebagai contoh kecil, kalian pasti punya teman pendusta yang setiap ngomong selalu beda dari satu orang ke orang lainnya. Teman pendendam yang tiap kalian ngomong sama mereka bawaannya hati-hati mulu. Teman mutifungsi yang selalu bisa ganti wajah tiap berhadapan sama orang berbeda. See? Manusia punya banyak banget rahasia di hidup mereka. Bahkan kita nggak pernah tau apa yang sebenarnya mereka pikirkan. And, nggak sedikit juga kasus pembunuhan yang melibatkan kata-kata “pertemanan”.

So, if you have read  a whole of my opinion. Be careful. Cari teman yang bener-bener bisa kamu ngerti dan pahami sampai ke akarnya. Jangan pernah ragu buat saling terbuka tentang apapun. Jadilah manusia pintar yang menjunjung pertemanan bukan hanya dari yang kasat mata. It isn’t wrong if you like to observe someone else. Karena itu penting! Observe everything that you have to observe, but don’t judge. Dengan observing itu sendiri kadang bisa juga untuk menjadikan diri kita lebih aware dan smart to do everything.

Salam chamomile

Comments

Popular Posts