found you.

Biasanya orang - orang mencari inspirasi lewat secangkir teh atau kopi panas, asapnya mengepul, ditemani udara dingin dan angin yang berhembus sayu di ambang jendela kamar. Menelusuri setiap sudut kejadian yang pernah mereka alami, merangkai kata - kata hingga paragraf dan akhirnya tertuanglah apa yang mereka ingin sampaikan. Tapi kalau dipikir - pikir, inspirasi bukan hanya datang dari kopi di pagi hari atau indahnya hamparan perbukitan di lereng gunung yang sejuk atau juga.. suara rintik hujan di teras rumah. Deretan track indonesian folk song karya anak bangsa yang puitis dan sebotol aqua 600 ml biasa juga bisa mendatangkan banyak kenangan yang akan dituangkan disini. udah kaya anak indie banget gak tuh? lol

5 Maret 2019, hari dimana cerita ini akan dimulai. Berawal dari notifikasi di layar handphone.
"+6283xxxxx added you"
"You joined to group"
begitulah kira - kira bentuk penampakannya. Berpikir sejenak. Menghela nafas panjang, hah.. circle ini lagi, batinku. Memang bukan hal yang memberatkan.. karena aku suka perihalnya. Tapi bayangkan, sebagai seorang introvert yang baru saja mengenal sebuah lingkungan asing sekitar kurang lebih 3 bulan.... it's suffocating enough, dude. Okay, pasti kalian bertanya - tanya, sebenernya apa sih yang membuat aku sesumpek itu? first, after 2 months, I realized that my new job is around the most unwanted people to be in my life. Bisa dibilang juga I hate to pay attention for that kind of people.. no matter how, i have zero respect. 
My Big Motto: no drama.
Skip ke beberapa hari setelahnya, kita udah mulai belajar beberapa lagu nasional dan juga lagu wajib yang harus dibawakan pada saat acara. Dari sini udah ngeh, bukan? ya, aku ikut choir, di kantor.☺️
Sempat agak kaget juga ternyata coach-nya adalah my music class teacher when I was a senior high school student, he was also my coach when i joined a choir as my-afterschool-class. Jadi ya, aku juga ngerasa lebih rileks gitu karena ada orang yang udah aku kenal mulai lama. Sampai pada saat kita dikasih pelajaran lagu nasional, dimana lagu itu membutuhkan  sedikit sentuhan harmonisasi agar terlihat lebih seperti paduan suara yang sesungguhnya. Karena demi apa, selama kita belajar lagu sebelumnya, it doesn't sound like choir, tapi kita kaya lagi nyanyi bareng aja gitu, mirip acara api unggun perkemahan.

hm, not to be arrogant but Mr. Coach memintaku langsung untuk membimbing mereka, jadi... berakhirlah aku duduk canggung di antara para cowok yang sangat aku hindari keberadaanya hahaha. Oke, bukan karena aku lesbian atau sebagainya, jangan salah paham! but i put on my diffidence level to the boys on the first line. Entahlah, aku cuman gak suka aja cara pandang mereka kepada para perempuan, it's weird. Alhasil dengan ke-introvert-anku dan sekumpulan hal yang paling aku benci yang ada di depanku saat itu, aku mulai memberanikan diri. Eyes to eyes ngajarin mereka pemecahan nada, negur mereka kalau pas ada fals, memperhatikan mereka in person dan tanpa orang lain ketahui, aku pengen nangis dan teriak sekeras - kerasnya. Gila, lebay banget kamu din! whatever. Aku pengen pulang, cuma itu yang bisa aku pikirin saat itu. Tapi... semuanya berubah saat dia menepuk pundakku dan netra cokelatnya bertemu tatap denganku. The world was stopped.
ew, disgusting but cute.
Aku lupa sih, kaya gimana tepatnya dia ngomong ke aku. Garis besarnya, dia menanyakan perihal pembelajaran lagu tadi. Meskipun begitu, aku kaget! lancang banget dia bikin debaran ini. Udah gak kenal, sok kenal pula. tapi it's okay, dia lucu. hehehe. Yah, setidaknya aku gak terlalu menyesali keputusanku untuk ikut bergabung ke dalam circle ini lagi, terima kasih.

apalagi, sekarang dia udah jadi bagian dari ceritaku, gak bisa dipercaya! Terima kasih banyak.

Comments

Popular Posts