Sebuah film. (ini adalah "sebuah surat untukmu" yang gagal dibuat)

ya Allah, aku sudah berusaha sejauh ini, lalu untuk selanjutnya.. aku benar - benar berserah diri hanya kepadaMu.
Begitulah sebait doa yang malam ini aku ucapkan di ujung segala permohonanku kepada Allah, Tuhanku, Sang Pencipta Alam Semesta. Memang harusnya aku meminta lebih banyak tentang itu, katanya.. agar bisa dibilang bersungguh - sungguh. Tapi aku pikir itu tidak perlu, karena aku yakin, Tuhanku tidak akan pernah salah mengertiku. 

Hari ini aku menangis lagi, karena dia. Bukan karena dia datang lagi ke dalam kehidupanku.. tapi karena aku yang membawanya datang lagi ke dalam pikiranku atau bisa dibilang.... Aku rindu. Manusia itu aneh. Ah, bukan. Wanita itu aneh. Kompleks. Sulit ditebak. Mau tebak apa yang bikin aku tiba - tiba rindu? Film! Iya, sebuah film. Baru saja selesai ku tonton. Mau tebak lagi gimana tadi pas nonton? Ya jelas lah. Menangis. Hampir di tiap scene. Tapi nggak apa - apa, katakan saja aku payah. Aku tidak cengeng, hanya terlalu perasa. Sekarang tau kan kalau wanita itu aneh? 

Based on true story. Aku sedikit tidak percaya, awalnya. Aku pikir ceritanya terlalu menyakitkan untuk dijalankan di kehidupan nyata, dan peran ceweknya! Sumpah, gimana dia bisa segampang itu bilang "hai aku rindu" setelah dia meninggalkan segalanya karena dia egois? bahkan aku disini yang mungkin hanya diam dan tidak pernah menjadi si egois, tidak bisa. Aku tidak bisa. Padahal rindunya sudah menumpuk, kalo ditimbangin mungkin bisa untuk bayar hutang negara. Katakan saja aku payah, sekali lagi. Iya, aku payah. 

Terakhir, sebenarnya ini didedikasikan untuk dia. Mungkin memang nggak akan pernah terbaca tapi, setidaknya aku pernah mengungkapkan, meskipun hanya lewat tulisan. Tapi sampai sekarang pun, Aku tetap akan terus bermimpi tentang nanti disaat duniaku mulai tenang dari segala hal yang membebaniku, Aku bisa mengatakan bahwa aku rindu. Cukup itu saja. Hanya ingin perasaanku sampai. Semoga. 

Comments

Popular Posts