Tempat Healing Terjangkau dari Pusat Kota Banyuwangi : Taman Nasional Baluran


Saat menjelang Hari Raya Idul Fitri, biasanya orang-orang Indonesia yang pergi merantau dari kampung halaman akan segera melaksanakan agenda rutin tahunan yaitu mudik. Nah, bagi yang melewati atau memiliki tujuan ke Banyuwangi, saya memiliki rekomendasi place-to-go di Banyuwangi yang tidak akan mengecewakan kalian semua. Tempatnya tidak begitu jauh dari pusat kota dan memiliki panorama luar biasa yang siap memanjakan pandangan bagi orang-orang yang akan ataupun baru saja menempuh perjalanan jauh. Apalagi kalau bukan Taman Nasional Baluran yang terletak di ujung utara Banyuwangi.


Taman Nasional Baluran memiliki panormana savana atau padang rumput yang luas nan hijau beserta hewan-hewan yang dilindungi dan hidup berkoloni seperti rusa, sapi, banteng, monyet dan lain sebagainya. Wisata alamnya yang asli dan asri masih sangat terjaga dari segi lingkungan dan kualitas udaranya sehingga cocok untuk siapapun yang ingin menenangkan sejenak pikiran yang penat. Saat itu perjalanan yang saya tempuh dari pusat kota sampai ke Taman Nasional Baluran kurang lebih sekitar 45 menit. Setibanya disana, kami pergi ke loket untuk membeli tiket masuk ke savana bekol dan pantai bama - ya benar disana juga terdapat pantai yang tidak kalah indah - dengan membayar sejumlah 84 ribu rupiah untuk 4 orang. Petugas loketnya memberi pesan kepada saya dan kawan-kawan agar berhati-hati terhadap barang bawaan khususnya makanan karena monyet-monyet disini merupakan monyet liar dan suka mengambil barang-barang bawaan pengunjung jadi jika kalian membawa kendaraan terbuka seperti motor maka saya sarankan untuk tidak membawa barang/makanan yang terlalu banyak.

Sampai setelah menempuh sekitar 20 menit, kami tiba di hamparan savana yang luas dan betul saja banyak sekali monyet disana. Bahkan saat memarkir motor kami di pinggiran saja monyetnya berani mendekati motor kami untuk mencari makanan disana. Tapi spot foto yang kami gunakan di bagian savananya tidak ada monyet yang mendekat, karena cukup ramai sekali saat kami pergi kesana. Setelah selesai berfoto di bagian savana nya kami menyusuri kembali jalan yang melewati savana yang luas itu sampai kami menemukan gerombolan sapi sedang merumput disana dengan background pemandangan savana hijau dan gunung biru yang sangat indah. Kami pun berhenti sejenak untuk mengabadikan momen yang luar biasa itu. Sepanjang perjalanan kami sangat senang karena udara disana sejuk dan bebas polusi sehingga membantu kami relax saat melakukan trip kecil-kecilan itu.




Selanjutnya tujuan kami adalah mengunjungi pantai di ujung savana ini. Perjalanan kami tempuh sekitar 15 menit untuk sampai ke bagian pantai berpasir putih tersebut. Sesampainya kita di pantai bama, kami sudah kehabisan tenaga karena belum sempat mengisi perut tadi saat berangkat. Untungnya di pinggiran pantai terdapat warung-warung yang menjual aneka makanan berat da juga minuman sehingga kami melipir sejenak untuk mengisi kekosongan perut sebelum lanjut menyusuri pantai bama. Di pantai bama kami menemukan fakta bahwa monyet-monyetnya tidak hanya ada di savana saja tapi di pinggiran pantai juga. Akan tetapi, pemandangan pantai bama sungguh mempesona dengan pasir putih dan airnya yang berwarna emerald berkilauan terkena cahaya sore itu. Kami langsung melepaskan alas kaki kamu dan bermain air sambil berfoto-foto disana. Tanpa sadar ternyata barang bawaan kita ada yang dicomot oleh kawanan monyet-monyet sampai akhirnya kami harus kejar-kejaran dengan mereka. Untung saja tidak dibawa lebih jauh dan dilepaskan oleh monyetnya. Pesan yang kami dapat, jangan ceroboh dan sembarang meletakkan barang-barang kalian.




Comments

Popular Posts