A glimpse of my life (recently).

Hai, sudah lama rasanya sejak kali terakhir menuangkan keresahanku disini.

Halo! Aku dinda, manusia rata-rata yang sedang berjuang dalam segala kecarut-marutan drama quarter life crisisfinally not finally, aku sampai ke fase ini – yangmana dulu topik ini hanya aku dengar sekali saat diriku masih punya banyak waktu kesana-kemari bermain dan bergembira bersama teman-teman. Saat itu, aku juga tidak terlalu memikirkan hal ini sih. Topik tentang kehidupan yang aku pikirkan hanyalah soal “bagaimana cara mendapatkan hati gebetan melalui metode yunani” seperti di film a crazy little thing called love. Pft, kisah cintaku memang menyedihkan, sampai saat ini. Anyway, aku merasa melewati usia 20-an awal tidak semenyenangkan saat aku melewati usia belas-belasan. I mean... the struggle is getting so real now, yang mulanya masalah-masalahku hanya berkutat pada tidak mengerjakan tugas rumah, barang-barang ketinggalan, buku paket hilang dan prahara persekolahan lainnya, menjadi dikejar deadline kerjaan, drama-drama toxic kehidupan, duit ilang yeah mostly habis  –  apalagi gadget rusak perlu update dan lain sebagainya. Segalanya menjadi semakin menyebalkan! begitu pula perihal cinta. Ada sedikit penyesalan atas doa yang pernah kupanjatkan dulu, kataku "ya Allah kenapa kehidupanku lempeng banget yaa, kok cerita orang-orang semenarik itu? aku juga mau." dan sekarang sih aku rasa kehidupanku mulai berwarna, warna abu-abu.

Semakin tinggi harapan dan pencapaian yang aku susun, terpaan anginnya semakin besar. Tahun ini benar-benar berat bagiku dan tidak ada yang bisa mengilhami perasaan yang aku alami sendiri tanpa mereka benar-benar menjadi diriku dan hidup di dalamku. Kerap kali kelelahan dan keegoisan diriku bermuara kepada hal-hal yang kurang menyenangkan. Aku sangat fokus untuk menyakiti dan merusak diriku sendiri saat ini. Entah apa yang ku pikirkan hingga aku begitu jauh dari diriku yang dulu. Aku kelimpungan mencari sisa-sisa nurani ku di sepanjang jalan yang sudah pernah ku tempuh, sehingga jalanan yang baru akan ku tempuh sudah terhalang dengan pandangan mataku yang semakin kabur. Aku yang memiliki kontrol penuh atas hidupku dan aku memilih untuk masuk ke jurang yang sama hingga kakiku tak sanggup lagi menopang tekadku yang terlalu besar. Katanya masalahnya masih sama, pikiranku.


Comments

Popular Posts