a clean slate.

 you do not live at once. you only die once and live every day. 

Bermula dari ketidaksengajaan di sela-sela obrolan hari selasa pagi yang membosankan, aku menemukan blog lama ini yang sudah terbengkalai semenjak kiamat atas rasa bahagiaku melanda tahun lalu. aku menyadari bahwa kebahagiaanku saat ini membuatku lengah akan luka lama yang aku timbun bertahun-tahun lalu disini. saat ini, aku sudah sedikit lebih dewasa. apa yang menemukanku berhasil mengubur trauma masa lalu yang tidak berujung. 

Ridho, nama yang berarti sebuah keikhlasan, ketabahan, ketulusan. seolah menjadi antidot dalam keputusasaanku yang lama terperangkap di celah sempit harapan semu yang aku miliki. skenario yang tidak pernah terpikirkan sekalipun. bertemu dalam sebuah kesempatan yang tidak aku ciptakan sendiri seperti yang selalu aku lakukan sebelum-sebelumnya. menurutku ini kebetulan yang bukan kebetulan, menurutnya ini adalah sebuah rancangan strategi jangka panjang yang terealisasi sempurna. 

Dalam pengembaraanku menelusuri lorong keputusasaan, aku sempat kehilangan diriku sendiri. ibarat kubangan lumpur yang menjebak mobil. ibarat orang mati tenggelam. barangkali diriku nanti tertakdir berjalan dengan dua kaki, aku sudah tidak peduli. sehingga ketidak pedulian itu membuatku lupa akan tangan yang bisa saja terulur untuk membantu. Tangan itu menolongku tepat sebelum senja tenggelam, menghindarkanku semakin terjebak di tengah kegelapan. hingga detik ini, aku meyakini langitku tidak akan pernah mendung sampai kita menua. aku berbahagia.

Tulisan ini memang diisyaratkan untuk menandai awal baru dan rasa terima kasihku kepada orang yang sangat ku syukuri lebih dari apapun, terima kasih telah menemukanku. 


Love, your dinda.


meet me and my bf, Ridho <3


Comments

Popular Posts